5 Aktifitas Wajib Untuk Dilakukan di Desa Sade Pulau Lombok

 info wisata

Destinasi wisata Pulau Lombok takkan pernah sepi peminat karena menawarkan sejuta daya tarik baik itu budaya maupun wisata alam. Salah satu referensi spot terbaik untuk berwisata di Lombok adalah Desa Sade. Terletak di Kabupaten Lombok Tengah, Sade cocok bagi Anda penggila budaya tradisional dan suasana tenang. Faktanya, masyarakat lokal sudah menjaga dan melestarikan budaya mereka lebih dari 600 tahun lamanya! Wajar bila tidak ada gaya hidup modern terlihat ketika Anda berkelilih desa ini. Meski banyak traveler yang menyebutnya desa primitif, banyak hal menarik untuk dilakukan disana, terutama bagi mereka yang belum pernah bertemu dengan suku asli Pulau Lombok (Sasak).

Suasana di Desa Sade

Desa Sade

Desa Sade

Sebelum tahun 1975, hampir tidak ada wisatawan yang berkunjung dan berkeliling di pemukiman kecil ini. Namun setelah popularitas mulai meningkat, tidak hanya turis lokal namun para bule mulai berdatangan untuk menyaksikan secara langsung kehidupan masyarakat suku  Sasak dengan segala daya tarik budaya yang ada. Karena mengalami perkembangan bagus dari segi wisata, pemerintah akhirnya memperkenalkannya sebagai Desa Wisata sekitar tahun 1989. Bangunan-bangunan tradisional, warga yang ramah, tradisi menarik, kerajinan unik, dan kegiatan keseharian orang lokal menjadi daya pikat tersendiri bagi siapapun yang berkunjung ke Sade.

Berkeliling Desa Sade Bersama Keluarga

Desa Sade Lombok

Desa Sade Lombok

Banyak kegiatan menarik untuk menghabiskan waktu liburan bersama keluarga di Desa Sade. Hal pertama adalah berjumpa dengan penduduk lokal dan belajar sedikit seputar budaya maupun kearifan lokal. Dari segi populasi, ada sekitar 700 orang yang tinggal disana dan setidaknya 155 rumah tradisional.  Yang unik, semua warga masih dalam satu keturunan dan mereka memiliki hubungan darah! Hal ini disebabkan tidak lain karena pernikahan antar saudara (incest). Bagi wisatawan, tentu ini terdengar tabu dan aneh. Namun tidak bagi penduduk disana karena pernikahan antar saudara tergolong simpel dan tidak butuh biaya besar. Sebaliknya, butuh setidaknya beberapa ekor kerbau dan biaya lain untuk melamar seseorang dari desa lain.

Kegiatan kedua yang wajib dilakukan ketika berkunjung ke Sade adalah menyaksikan beragam atraksi budaya lokal terutama Tarian Cupak Gerantang. Ada juga pertunjukan tradisional lain seperti Tarian Presean dan Gendang Beleq untuk Anda saksikan. Faktanya, semua atraksi budaya ini merupakan bagian dari Suku Sasak dan dapat dinikmati di desa-desa lain selain Sade. Untungnya, warga lokal mengijinkan wisatawan untuk mengambil foto maupun merekam video ketika menyaksikan beragam budaya diatas.

Fotografi merupakan kegiatan ketiga yang wajib Anda lakukan di Desa Sade. Selain pemandangan alam sekitar, Anda bisa selfie bersama penduduk lokal ataupun anak-anak disana. Selain itu, obyek menarik untuk difoto tidak lain adalah bangunan atau rumah tradisional bernama Bale. Terbuat dari bahan-bahan tradisional seperti kayu, bambu, alang-alang, dan ijuk, tentu obyek tersebut cocok bagi Anda penggemar fotografi.

Kegiatan keempat adalah berkeliling desa dan menyaksikan keunikan pakaian serta alat-alat tradisional yang dimiliki warga Sade. Waktu berkunjung yang sempurna adalah ketika ada perayaan adat sehingga Anda bisa melihat secara langsung pakaian khas masyarakat lokal. Sedangkan dari segi penggunaan alat, warga lokal masih menggunakan peralatan tradisional untuk urusan tenun dan pertanian. Artinya mereka amat sensitif dengan hal-hal yang berbau modern.

Aktifitas kelima untuk dilakukan adalah belajar menenun kain bersama penduduk lokal. Meski tidak begitu terkenal seperti Desa Sukarara (sentra pengrajin kain Songket), siapa saja bisa bergabung dengan wanita lokal untuk belajar menenun. Tidak butuh bakat atau keahlian khusus, semua orang bisa belajar teknik tenun khas masyarakat Sasak. Setelah jadi, Anda bahkan membawa pulang kain tersebut secara gratis!

Cara Menuju ke Desa Sade

Lokasi Desa Sade berada di Kelurahan Rambitan dan masuk dalam wilayah Kecamatan Pujut. Dari Kota Makasar, Anda bisa langsung menunju ke Kabupaten Lombok Tengah dan dilanjutkan ke destinasi-destinasi tadi. Jarak dari Bandara Internasional Lombok sekitar 8 km jadi Anda butuh 20-30 menit untuk sampai ke Sade. Karena berdekatan dengan Pantai Tanjung Aan dan Pantai Seger, Anda disarankan untuk mampir kesana juga. Faktanya, beberapa agen wisata menjadikan Sade, Seger, dan Tanjung Aan dalam satu paket tur untuk klien mereka. Tertarik?