Mengintip Desa Budaya di Pulau Lombok

Pulau Lombok tak hanya menyajikan pemandangan alam yang memanjakan penglihatan, tetapi juga menyajikan budaya sebagai daya tarik yang lain. Selain menyajikan beragam wisata pantai, ada beberapa desa unik. Desa budaya di Pulau Lombok mulai dibangun sebagai wisata yang tak boleh dilewatkan, antara lain desa Sade, desa Sukarara, dan desa Banyumulek.

  1. Desa Sade
Desa Sade Lombok
Desa Sade Lombok

Desa Sade menjadi salah satu desa budaya di Pulau Lombok yang masih mempertahankan adat Suku Sasak, suku asli Lombok yang bertahan di tengah zaman modern. Ada banyak tradisi dan budaya masyarakat Suku Sasak dari Desa Sade yang terus terjaga dengan baik, antara lain Bale. Bangunan rumah tradisional yang dibangun tanpa menggunakan paku sebagai pengikat dan pengaitnya.Atap bangunan terbuat dari jerami dari daun alang-alang atau daun rumbia, lantainya terbuat dari tanah yang dicampur dengan getah pohon, dan abu jerami, dan tiang penyangga dari bambu. Rumah Bale menjadi unik karena cara mengepel lantai yang menggunakan kotoran kerbau.

Cara mengepel lantai yang masih dipertahankan ini dipercaya membuat lantai menjadi lebih hangat dan dijauhi nyamuk atau serangga.Bagian depan rumah terdapat sebuah bangunan yang digunakan sebagai tempat menyimpan padi (lumbung padi). Sedangkan bagian bawah bangunan digunakan sebagai tempat sosialisasi antar sesama warga.Selain rumah Bale, desa Sade juga terdapat bangunan bernama Berugak, mirip dengan pondok atau gazebo.Sebagai desa budaya, Anda dapat melihat atraksi budaya seperti Gendang Beleq, tarian Cupak Gerantang dan tarian Peresehan pada waktu tertentu. Zaman dulu kala, Gendang Beleq sering dipertujukkan sebagai bentuk pengantar pasukan menuju medan perang. Sedangkan tarian Peresehan merupakan tradisi perkelahian antara 2 orang pria bersenjatakan tongkat rotan dan dilengkapi perisai dari kulit sapi.

  1. Desa Sukarara
Desa Sukarara
Desa Sukarara

Terletak di Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, desa Sukarara menjadi daftar desa budaya di Pulau Lombok yang tidak boleh dilewatkan ketika berlibur atau berkunjung ke Pulau Lombok, khususnya Lombok Tengah. Desa budaya yang menyajikan kerajinan tenun tradisional atau songket menjadi daya tarik utamanya. Anda akan menyaksikan warga desa Sukarara yang menenun kain dengan memperlihatkan proses pembuatan dari awal hingga akhir, bahkan Anda dapat belajar atau mencoba menenun kain sendiri.

Semua hasil tenun yang dihasilkan merupakan karya asli dari tangan-tangan para wanita desa Sukarara.Terjamin kualitas benang dan kekuatannya, warna yang digunakan menggunakan bahan alami dari tumbuhan. Anda juga akan menemukan sistem kepercayaan yang ada di desa budaya di Pulau Lombok ini, salah satunya adalah kepercayaan bahwa kaum wanita di desa Sukarara diharuskan untuk bisa dan ahli dalam menenun, bahkan tidak diperbolehkan menikah ketika tidak bisa menenun kain. Jika para wanita menikah pun diharuskan menggunakan kain songket, karena songket merupakan lambang langgengnya suatu hubungan.

  1. Desa Banyumulek
Desa Banyumulek Lombok
Desa Banyumulek Lombok

Desa yang terletak di Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat ini menjadi bagian dari desa budaya di Pulau Lombok.Sebagai pengrajin gerabah berkualitas nomor satu, desa Banyumulek memanjakan mata dengan beraneka macam hasil gerabahnya. Anda akan menemukan banyak hasil gerabah yang dijual dengan berbagai varian harga, bentuk dan rupa. Beberapa diantaranya yaitu vas bunga, gentong, celengan, dinding hiasan, dan lain sebagainya. Selain melihat hasil yang sudah jadi, Anda juga dapat melihat proses pembuatan gerabah dan kemudian mencoba membuatnya sendiri. Di Desa Banyumulek, membuat gerabah merupakan kemampuan yang diturunkan dari generasi ke generasi. Kemampuan inilah yang membuat Desa Banyumulek dikenal sebagai sentra pembuatan gerabah. Anda akan disuguhkan sebuah produk gerabah yang khas dari Desa Banyumulek, yaitu Kendhil Maling.

Kendhil Maling memiliki desain dan cerita yang berbeda dari kendhil-kendhil biasanya.Dibagian bawah kendhil terdapat sebuah lubang yang digunakan untuk memasukkan air.Sebagai desa budaya di Pulau Lombok, desa Banyumulek dengan mudah mendapatkan bahan dasar pembuatan gerabah, yaitu tanah liat.Bahan pewarna yang digunakan pun terbuat dari bahan alami sehingga tetap ramah lingkungan.Perkembangan zaman yang terus berjalan membuat Desa Banyumulek harus berinovasi dalam pembuatan gerabah, tidak hanya satu jenis tetapi banyak jenis dengan berbagai fungsi dan manfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *