Pura Lingsar Tempat Wisata yang Indah di Lombok Barat

Jika sudah puas berjalan-jalan ke pantai, singgahlah sejenak di sebuah pura tersohor di Lombok Barat, Pura Lingsar. Pura yang merupakan tempat wisata yang Indah di Lombok ini dianggap sebagai simbol kerukunan umat beragama di Lombok. Selain itu, beragama, Pura Lingsar merupakan pura terbesar yang ada di Lombok. Letak pura ini berada di Desa Lingsar, Kecamatan Narmada, Lombok Barat.

Sejarah Singkat Pura Lingsar Tempat Wisata yang Indah di Lombok Barat

Tempat Wisata yang Indah di LombokPura Lingsar sudah berdiri di Lombok sejak tahun 1741. Pura ini dibangun oleh Raja Anak Agung Ketut Karangasem, sebelum Kerajaan Karangasem ditaklukkan oleh Belanda pada tahun 1894. Pura ini dianggap sebagai pura yang paling suci di Lombok.

Uniknya, pura ini menggabungkan nilai-nilai ajaran Hindu dan Wetu Telu yang merupakan kepercayaan masyarakat Lombok sejak lama. Keberadaan kepercayaan Wetu Telu di sekitar kawasan Pura Lingsar ini berasal dari Jawa yang datang melalui Bayan. Karena itulah, jika Anda berkunjung ke tempat wisata yang Indah di Lombok ini, Anda akan melihat terdapat dua bagian dalam kawasan Pura Lingsar.

Bagian utara, terdapat bangunan bagi masyarakat Hindu bernama Gaduh yang berarti pura, sementara di bagian selatannya terdapat bangunan bagi masyarakat Wetu Telu bernama Kemaliq yang berarti Keramat. Baik Gaduh maupun Kemaliq bisa digunakan kapan saja sesuai dengan keperluan penganutnya. Latar belakang ini pulalah yang kemudian menjadikan Pura Lingsar tempat wisata yang indah di Lombok, karena ini menjadi daya tarik utama dari Pura Lingsar.

Suasana Religi Pura Lingsar Tempat Wisata yang Indah di Lombok Barat

Secara keseluruhan, sebetulnya kompleks Pura Lingsar tidak hanya membagi Gaduh dan Kemaliq, melainkan dibagi menjadi tiga kompleks, yaitu kompleks Gaduh, Kemaliq, dan Pesiraman. Kompleks Pura Gaduh terletak di bagian atas. Sedangkan kompleks Kemaliq dan Pesiraman terletak di bagian bawah sebelah selatan. Letaknya sedikit ke utara, menyesuaikan dengan arah kiblat.

Adanya dua tempat ibadah berbeda di kawasan Pura Lingsar tempat wisata yang indah di Lombok ini tak membuat salah satu di antara penganut kepercayaan tersebut saling hujat. Pura seluas 26 Hektar ini penuh dengan keharmonisan dan kerukunan umat beragama. Bahkan, meski difungsikan untuk dua kegiatan agama berbeda, setiap satu tahun sekali terdapat ritual yang diselenggarakan bersama, bernama Perang Topat.

Perang Topat adalah salah satu upacara adat dalam berupa perang-perangan dengan ketupat sebagai senjatanya. Di mana, mereka akan saling lempar sesama teman. Perang Topat biasanya diadakan sebelum menanam padi, setelah datangnya musim penghujan. Acara ini dimaksudkan untuk mengembalikan hasil tanah, berupa ketupat, kepada asalnya. Perang Topat juga dimaknai sebagai ungkapan terima kasih pada Sang Pencipta.

Sementara itu, Kompleks Pesiraman dalam kompleks Pura Lingsar berfungsi untuk mensucikan diri sebelum melakukan persembahyangan. Pada masa Kerajaan Karangasem berkuasa, raja dan keluarganya kerap mandi di kompleks Pesiraman sebelum melakukan sembahyang.

Kompleks Pesiraman dikelilingi tembok-tembok setinggi kurang lebih 2 meter yang terbuat dari batu bata. Sebelah baratnya terdapat pintu masuk. Pesiraman terbagi lagi menjadi dua bagian, yaitu Pesiraman Laki-laki dan Pesiraman Perempuan.

Di dalam kompleks Pesiraman sendiri terdapat beberapa bangunan yang merupakan tempat wisata yang indah di Lombok, yaitu bangunan Betara Bagus Belian. Jumahnya lima buah di tempat pesiraman laki-laki dan empat buah di tempat pesiraman perempuan.

Di kawasan Pura Lingsar, tempat wisata yang Indah di Lombok ini terdapat satu kolam yang sengaja dibangun untuk menghormati Dewa Whisnu. Kolam seluas 6.230 meter persegi ini diberi nama Telaga Ageng.

Sepintas kolam ini seperti kolam biasa. Yang membuatnya unik adalah kolam ini berisi banyak ikan yang tidak akan menampakkan dirinya jika tidak dipanggil dengan cara unik. Untuk memancing ikan-ikan ini keluar, Anda hanya perlu melemparkan telur ayam matang ke dalam kolam, maka ikan-ikan tersebut akan keluar.

Telaga Ageng memiliki sembilan pancuran yang memancar ke dalam kolam. Di dasar kolam, Anda akan melihat terdapat banyak koin berserakan. Koin tersebut rupanya memang sengaja dilemparkan oleh masyarakat sekitar dan pengunjung pura. Sesuai dengan kepercayaan masyarakat, sispa yang melemparkan koin ke dalam kolam akan mendapatkan kemudahan dan rezeki.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *